Penyebab kegagalan dalam pengembangan maupun penerapan sistem informasi di suatu organisasi (dengan merujuk pada pendapat Rosemary Cafasaro)

Penerapan sistem informasi dalam setiap perusahaan berbeda-beda. Sehingga kesuksesan dan kegagalan yang dialami oleh setiap perusahaan berbeda-beda juga, hal ini tergantung dari permasalahan yang dihadapi oleh setiap perusahaan berbeda pula. Meski permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan sama, belum tentu sistem informasi yang diterapkan akan sama, dikarenakan budaya dan cara penanganan setiap perusahaan terhadap suatu permasalahan yang ada berbeda.

Kegiatan utama dalam sistem informasi terdiri dari 3 (tiga), yaitu :

  1. Menerima data sebagai masukan (input)
  2. Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsure data, pemutakhiran perkiraan, dan lain-lain
  3. Memperoleh informasi sebagai keluaran (output)

Ketiga kegiatan tersebut dapat digunakan baik dalam sistem informasi yang dilakukan secara manual, elektromekanis maupun komputer.

Sistem  informasi  terdiri  dari  elemen­elemen  berupa komponen fisik yang terdiri dari :

  1. Orang

Orang yang dimaksud adalah operator komputer, analisis sistem, programmer, entry data, dan manajer sistem informasi.

  1. Prosedur

Prosedur  merupakan  elemen  fisik.  Hal  ini  di  sebabkan  karena  prosedur  disediakan  dalam bentuk  fisik  seperti  buku  panduan  dan  instruksi. Terdapat 3 (tiga) jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakaian, instruksi untuk penyiapan masukan, dan instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.

  1. Perangkat keras

Perangkat keras bagi suatu sistem informasi yang terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan atau keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan atau keluaran.

  1. Perangkat lunak

Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama, yaitu :

–       Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.

–       Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.

–       Alplikasi perangkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

  1. Basis data

File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik, seperti hard disk, diskette, dan sebagainya.

  1. Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.

  1. Komunikasi data

Komunikasi data adalah bagian dari telekomunikasi yang secara khusus dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data.

Sistem informasi di setiap organisasi dalam perusahaan memiliki kesuksesan dan kegagalan masing-masing. Faktor-faktor penentu yang menjadi kunci kesuksesan atau kegagalan dalam pengembangan dan implementasi sistem informasi dalam suatu perusahaan, secara umum adalah sebagi berikut :

  1. Faktor-faktor kesuksesan, yaitu :

–            Penyampaian penyebab kendala yang sedang dihadapi oleh perusahaan kepada pembuat sistem informasi (dalam hal ini adalah programmer) secara jelas (apa yang dibutuhkan dan diiinginkan oleh perusahaan dan apa yang diterima olah pembuat sistem informasi harus sama).

–            Adanya pelatihan sistem informasi kepada pengguna teknologi sistem informasi, baik sistem lama maupun sistem baru. Hal ini dilakukan agar teknologi sistem informasi yang ada dapat digunakan secara optimal (disesuaikan dengan penggunaan sistem informasi dan kemampuan pengguna).

–            Dilakukan pembaharuan terhadap sistem informasi lama menjadi sistem informasi baru. Sebagai antisipasi dari perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

–            Adanya dukungan dari atasan baik manajemen maupun pimpinan perusahaan demi keberhasilan proyek pembuatan teknologi sistem informasi. Karena dalam membuat suatu sistem informasi membutuhkan biaya yang banyak dan waktu yang lama.

–            Adanya pemeliharaan dan perawatan terhadap sistem informasi yang telah dibuat. Supaya kinerja dari sistem informasi selalu relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam meningkatkan mutu dan kualitas.

–            Adanya ukuran tingkat kesuksesan dari implementasi teknologi sistem informasi, misalnya teknologi sistem informasi tersebut penggunaannya relatif cukup tinggi (high levelsof system use), kepuasan pengguna terhadap sistem (users satisfaction with the systems), dan sikap yang menguntungkan para pengguna terhadap sistem informasi dan staff dari sistem informasi.

  1. Faktor-faktor kegagalan, yaitu :

–            Ketidakjelasan penyampaian kebutuhan terhadap permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan kepada pembuat sistem informasi. Sehingga menyebabkan teknologi sistem informasi yang telah dibuat tidak sesuai dan tidak kompetensi dengan keunggulan perusahaan.

–            Kebanyakan perusahaan berpikir bahwa pembuatan sistem informasi adalah tugas dan kewajiban pihak teknologi informasi. Sehingga bila terjadi ketidaksesuaian sistem informasi yang ada dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan, maka hal tersebut merupakan kesalahan dan tanggung jawab pihak teknologi informasi. Seharusnya pihak perusahaan sebagai pihak pengguna juga memiliki tugas, kewajiban dan tanggung jawab dalam pengembangan dan implementasi sistem informasi.

–            Pihak perusahaan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan teknologi sistem informasi yang dibuat. Misalnya Perusahaan yang masih menerapkan sistem tradisional, kemampuan pengguna yang masih belum terampil.

–            Kurangnya dukungan dan partisipasi atasan baik manajemen maupun pimpinan dalam ikutserta merancang teknologi sistem informasi yang akan dibuat.

–            Pengembangan teknologi sistem informasi yang semakin canggih masih belum diimbangi dengan dukungan nyata dari masyarakat untuk mengubah diri menjadi masyarakat yang berbasis IPTEK.

Sedangkan menurut Rosemary Cafasaro kegagalan sistem informasi adalah kurangnya dukungan dari manaejemen eksekutif dalam artian, pada tahap evaluasi dan pengambilan keputusan berdasarkan sistem informasi. Manajemen ekskutif dapat dikatakan kurang mempercayai informasi-informasi dan tidak mengawasi jalannya sistem tersebut. Sistem informasi yang dikembangkan adalah bertujuan untuk mempermudah penggunaan akhir (end user). Akan tetapi sistem informasi yang dikembangkan akan mengalami kegagalan bilamana pemakai akhir tidak memberikan balasan dari apa yang telah digunakan dan dilaksanakan. Karena hal ini dibutuhkan untuk mengevaluasi dari sistem informasi yang digunakan.

Daftar Pustaka :

http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-mutia.pdf. (Diakses Pada Tanggal 20 Desember 2010).

http://apr1l-si.comuf.com/SI.pdf. (Diakses Pada Tanggal 20 Desember 2010).\

FILE BENTUK PDF : Jelaskan apa yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pengembangan maupun penerapan sistem informasi di suatu organisasi

Skip to toolbar